UniPin SEACA 2022 Kembali Hadirkan Ajang Kompetitif Esports Terbesar di Asia Tenggara

UniPin SEACA 2022 Kembali Hadirkan Ajang Kompetitif Esports Terbesar di Asia Tenggara

Salah satu turnamen esports terbesar di Asia Tenggara, Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) yang diselenggarakan oleh UniPin kembali digelar tahun ini.

SEACA 2022 akan menghadirkan berbagai turnamen dan rangkaian acara menarik yang dimulai pada 15 November hingga 29 November dengan total prizepool USD30,000 atau setara Rp463 juta.

Puncak rangkaian acara UniPin SEACA 2022 yaitu UniPin SEACA MAJOR akan menjadi ajang pertemuan 33 tim PUBGM dari seluruh Asia Tenggara, dengan masing-masing 17 tim untuk kategori open tournament dan 16 untuk ladies tournament.

Para tim akan mewakili negara asal mereka yaitu: Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam dan Myanmar.

Perwakilan Indonesia di antaranya adalah: Bigetron Ace dan EVOS Reborn.

Selain turnamen PUBGM, kompetisi lain yang akan ikut menyemarakkan rangkaian acara UniPin SEACA 2022 adalah turnamen Magic Chess dan Cosplay Competition.

Dari pendaftaran open qualifier, sebanyak 256 peserta akan beradu skill untuk memperebutkan juara sekaligus titel pemain Magic Chess terbaik di Asia Tenggara.

Sedangkan pada Cosplay Competition, sebanyak 25 cosplayer akan berjuang merebut hati para juri yang terdiri dari: John Switch (Indonesia), Rithenia (Singapura) & Hakaosan (Filipina) untuk menjadi juara dalam kompetisi ini.

Tidak hanya itu, UniPin SEACA 2022 juga sudah mempersiapkan SEA Talks bagi penggemar dan komunitas esports yang ingin menggali lebih banyak tentang isi industri ini.

Seri webinar yang berlangsung mulai 15- 32 November ini akan diisi oleh pembicara-pembicara internasional seperti Garry Ongko Putera (CEO BOOM Esports), Jab Escutin (COO Bren Esports), Azwin Nugraha (PR and Communication Manager MOONTON Games), dan masih banyak lainnya.

Acara SEA Talks ini terbuka untuk umum, sehingga siapapun dapat mengikutinya tanpa dipungut biaya.

Berkaca pada pertumbuhan gamer wanita di Asia Tenggara yang semakin masif selama beberapa tahun terakhir, Debora Imanuella selaku Senior Vice President UniPin Community mengungkapkan bahwa keikutsertaan nomor pertandingan khusus wanita dalam rangkaian UniPin SEACA 2022 merupakan bentuk komitmen berkelanjutan UniPin dalam memacu pengembangan, pemberdayaan, sekaligus kontribusi ekosistem esports di kawasan termasuk di Indonesia.

“Melalui inklusivitas ladies-only tournament pada SEACA tahun ini, kami ingin mewadahi para gamer wanita di region Asia Tenggara sekaligus mengembangkan ekosistem esports secara keseluruhan. Meningkatnya popularitas esports khususnya di kalangan gamer perempuan telah menginspirasi kami untuk terus memperkuat komitmen UniPin bagi industri dan komunitas. Kami ingin seluruh ekosistem dari players, komunitas, hingga fans dapat berpartisipasi secara luas dan bebas tanpa perlu melihat gender,” kata Debora.

Sementara itu, Ashadi Ang selaku CEO UniPin menyebutkan SEACA 2022 diadakan untuk menjadi pembuka jalan bagi para gamer untuk meraih kesuksesan tidak hanya di turnamen ini, tetapi juga di turnamen-turnamen mancanegara lainnya.

“Dengan hadirnya lagi SEACA di tahun ini, kami ingin membawa gamers, tak terkecuali laki-laki dan perempuan, untuk dapat bertanding di skala internasional. Kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk mengasah kemampuan, kepercayaan diri, dan rasa kompetitif agar mereka dapat bertanding sebaik-baiknya tidak hanya di SEACA saja, tapi bisa menjadi juara di turnamen internasional lainnya. Semoga SEACA senantiasa menjadi pembuka jalan untuk menelurkan nama-nama besar baru, menjadi kebanggaan bagi negara dan kita semua,” ujar Ashadi.

Penyelenggaraan kembali UniPin SEACA 2022 mendapatkan dukungan penuh dari Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), induk organisasi cabang olahraga esports resmi di Indonesia.

Liliana Sugiarto, Bendahara Umum PB ESI, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan UniPin SEACA 2022 bermakna kritikal dalam mendukung penguatan komitmen PB ESI dalam peningkatan kompetensi esports tanah air, terutama di level antarbangsa.

“Keberadaan SEACA sebagai turnamen profesional yang berkelanjutan dan kompetitif juga menjadi konfirmasi pertumbuhan positif esports di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sebagai organisasi yang menaungi esports nasional, PB ESI berharap SEACA terus dapat berkontribusi dalam menumbuhkan bibitbibit atlet potensial dan inspirator-inspirator esports tanah air guna meningkatkan inklusivitas dan kesetaraan esports tanah air, serta mengakselerasi kemajuan dan kompetensi esports Indonesia di masa depan,“ ujar Liliana.